Showing posts with label Sekolah Minggu. Show all posts
Showing posts with label Sekolah Minggu. Show all posts
13 September 2015
Corat-coret di Kelas Kecil
Kemarin aku bertugas mendampingi guru sekolah minggu melayani ibadah di kelas kecil. Ada 13 orang muridnya, sedangkan guru-guru yang mengajar adalah Kak Endang, Kak Ester dan Kak Ibet.
Aku belum sempat membuat catatan-catatanku selama mengikuti ibadah menjadi sebuah tulisan. Ia masih berupa corat-coret di halaman belakang Warta Jemaat. Sebagian aku ketik di ponsel.
Beberapa corat-coret itu:
06 September 2015
Kalau Aku Jadi Eforus
Kalau aku jadi eforus, atau bishop, atau ketua sinode, salah satu revolusi yang akan aku canangkan adalah mengembalikan suasana ibadah, persekutuan dan pemahaman alkitab ke suasana sekolah minggu. Dan suasana sekolah minggu yang kumaksud bukan sekolah minggu zaman dulu ketika gurunya mengajar membawa-bawa belebas atau rotan. Tetapi suasana sekolah minggu zaman sekarang, ketika guru-gurunya senang dipanggil Kak, dan anak-anak muridnya bebas memeluk dan menyandarkan kepalanya di bahu mereka.
Tadi aku bertugas mendampingi guru-guru sekolah minggu kelas besar. Dan ketika itulah gagasan itu terbersit dalam pikiranku: mengapa spontanitas dan sikap apa adanya anak-anak itu tak kita hidupkan lagi dalam ibadah kita? Mengapa kita melupakan apa yang dikatakan Yesus dulu, bahwa biarkan anak-anak itu datang kepadaku karena mereka yang empunya kerajaan sorga?
07 June 2015
Orang Cacingan Juga Disembuhkan
tadi
pagi saya mendapat tugas mendampingi guru-guru sekolah minggu di kelas
balita. sungguh pengalaman yang menarik. mereka adalah anak-anak yang
ceria, percaya diri dan jujur mengungkapkan isi hatinya, termasuk yang
mereka sukai atau tidak mereka sukai. dan saya mendapat kesan, mereka
berhadapan dengan guru-guru yang cekatan pula, mampu mengendalikan dan
mengelola mereka sehingga perjumpaan pada pagi itu adalah perjumpaan
yang menyenangkan.
09 November 2014
GSM Impian
Banyak ibu-ibu yang kepincut dengan perempuan guru sekolah minggu.
Diucapkan terang-terangan atau hanya disimpan dalam hati, mereka
berharap agar anak lelaki mereka kelak mempersunting salah satu dari
guru sekolah minggu itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)



